Baju Pink Nala (Potongan)

Saya memang sedang mengalami kejenuhan, entah dalam menulis atau membuat karya lainnya. Saya merasa harus menyentuh medium lain yang jarang saya sentuh, sekadar untuk merangsang semangat berkarya lagi. Kebetulan, malam lalu saya baru saja membeli headset karena mic di ponsel saya rusak, dan audio ini adalah bentuk percobaannya. Jadi mohon maaf apabila audio ini cuma sepotong, masih mentah (tidak diedit), dan saya bukan pemilik suara yang merdu.

Gambar ilustrasi diambil dari www.pexels.com

Setelah Gelap Datang: Aneka Ria Kengerian Selepas Senja

Oleh: Adit Bujbunen Al Buse
Disalin dari REB Magazine

Coba hitung berapa banyak novel bertema horor buatan lokal yang bagus saat ini. Kalau ‘radar’ saya sendiri jujur saja selama ini hanya bisa menangkap di kisaran karya-karya Abdullah Harahap dan tribute-nya (Kumpulan Budak Setan) saja. Selebihnya, entah mengapa, selalu gagal. Mungkin ‘radar’ saya yang kurang canggih.

Jejeran buku novel (yang maunya) bertema horor di rak toko buku-toko buku besar yang saya temui selama ini sepertinya tidak pernah berhasil membuat bergidik untuk mau membaca lebih jauh. Padahal, mereka semua sudah berteriak sekencang mungkin dengan kata-kata yang cukup ‘mengerikan’. Continue reading Setelah Gelap Datang: Aneka Ria Kengerian Selepas Senja