Perjumpaan di Tepi Sungai1 min read

Salah satu hasil bermain FL yang mengendap di hard-disk dan baru sempat di-upload. Sebenarnya ingin mencoba membuat mood yang tenang dan romantis. Judul “Perjumpaan di Tepi Sungai” baru dibuat belakangan, karena saat mendengarkannya lagi saya terbayang perjumpaan sepasang kekasih yang saling merindu. Kenapa di tepi sungai? Biar adem aja.

Gambar: mindaugasr.deviantart.com

Published by

Muhamad Rivai

Muhamad Rivai lahir di Jakarta pada tahun 1988, tapi pindah ke kota Karawang saat kelas tiga SD. Pada tahun 2006 ia pindah ke Bandung untuk mengikuti kuliah di FSRD ITB. Setelah lulus, ia pulang kembali ke Jakarta untuk menekuni dunia tulis-menulis sambil mencari nafkah sebagai pekerja. Tulisan-tulisannya berupa cerpen dan puisi selama ini dimuat di blog pribadi dan di situs Kemudian dengan nama someonefromthesky. Pernah menerbitkan buku kumpulan cerpen Setelah Gelap Datang (Indie Book Corner, 2012), menyumbangkan satu cerpen di buku Cerita Horor Kota (PlotPoint, 2013), dan pernah juga mempublikasikan kumpulan cerpen digital berjudul Distorsi Mimpi (2009).