Baju Pink Nala (Potongan)

Saya memang sedang mengalami kejenuhan, entah dalam menulis atau membuat karya lainnya. Saya merasa harus menyentuh medium lain yang jarang saya sentuh, sekadar untuk merangsang semangat berkarya lagi. Kebetulan, malam lalu saya baru saja membeli headset karena mic di ponsel saya rusak, dan audio ini adalah bentuk percobaannya. Jadi mohon maaf apabila audio ini cuma sepotong, masih mentah (tidak diedit), dan saya bukan pemilik suara yang merdu.

Gambar ilustrasi diambil dari www.pexels.com

Perjumpaan di Tepi Sungai

Salah satu hasil bermain FL yang mengendap di hard-disk dan baru sempat di-upload. Sebenarnya ingin mencoba membuat mood yang tenang dan romantis. Judul “Perjumpaan di Tepi Sungai” baru dibuat belakangan, karena saat mendengarkannya lagi saya terbayang perjumpaan sepasang kekasih yang saling merindu. Kenapa di tepi sungai? Biar adem aja.

Gambar: mindaugasr.deviantart.com

[Audio] Lemari Pemakan Rambut

Saya tidak punya suara yang merdu, juga tidak memiliki peralatan dan kemampuan audio editing yang memadai. Namun karena ada yang mengusulkan untuk membuat versi audio dari cerita ini, saya mencoba membuatnya. Kualitas audionya masih buruk, memang. Apa boleh buat, terlalu mahal untu membayar pembaca dan perekam profesional. Namun kalau ada yang iseng, siapa pun boleh membaca dan merekam cerpen dalam blog ini, selama untuk tujuan non-komersial.